Program BPNT Di Percepat, Bantuan Di Alihkan Berupa Tunai

ilustrasi
ilustrasi

Ringincontong.com – Kementerian Sosial menargetkan penuntasan penyaluran bantuan sosial (bansos) program Kartu Sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Jombang, dengan mengalihkan ke tunai.

Hal ini di lakukan agar bisa di lakukan pengawasan ketat untuk penyaluran bansos di Kabupaten Jombang agar tidak ada dugaan pungutan liar (pungli) bansos.

“Jadi itu sebenarnya penyaluran BPNTatau program sembako kalau dari kemensos BPS/BPNT untuk penerimaan januari sampai maret, jadi kami hanya melaksanakan apa yang tertulis surat dari kemensos dan melakukan percepatan penyaluran dana tersebut,” Ujar Albarian Rista Gunarto Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Jombang pada Selasa (22/2/2022).

Dalam keputasan yang telah di ambil Kemensos ini membuat e-warung yang biasa di buat warga untuk mengambil BPNT tersebut ngaplo. pasalnya, masyarakat penerima BPNT akan langsung mengambil dari pihak PT. Pos.

“Kalau masalah e-warung kita belum ada petunjuk dari kemensos untuk kedepannya seperti apa, yang jelas masyarakat langsung menerima dari PT. pos,”

“Persyaratan untuk penerima bantuan tersebut hanya membawa ktp asli, kemudian di foto dan membawa surat undangan dari PT pos,” imbuhnya.

Dalam perubahan program percepatan BPNT ini, terdapat beberapa warga yang pro dan kontra atas kebijakan yang telah di rubah oleh kemensos.

“Lebih baik non tunai, karena lebih bisa di manfaatkan untuk bahan pokok makan sehari-sehari, kalau berupa uang tunai juga bagus tapi takutnya di salah gunakan oleh pihak penerima BPNT, “

“Kalau berupa uang tunai kabarnya hanya Rp 200 ribu perbulan, itu pun belum tentu di perbelanjakan sebagaimana mestinya, karena nilainya juga tak seberapa,” terang Siti Marsika (53) sa’at di minta keterangan.

Sementara pendapat warga yang lainnya mendukung atas kebijakan hal tersebut. “Kalau saya lebih memilih uang saja toh nilainya sama saja, apalalagi langsung kami terima dari pos, hal ini juga dapat menghindari adanya pungli bansos yang ada di pertokoan (e-warung),” bebernya.

Adapun jumlah penerima proram percepatan BPNT di kabupaten Jombang sebanyak 5525 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Jumlah penerima bantuan pada tahun 2022 kita belum dapat data dari kemensos, tapi untuk program percepatan BPNT ini sebanyak 5525 ini kami dapat informasi pertama dari PT pos,” pungkas Rista.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *