Proses Eskavasi Tahap II Situs Pandegong Terindikasi Tampak Pada Abad Ke – 10

Proses ekskavasi tahap II di situs pandegong Jombang (16/3/2022)
Proses ekskavasi tahap II di situs pandegong Jombang (16/3/2022)

Ringincontong.com – Jombang, balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, kembali melakukan ekskavasi lanjutan di situs Pandegong. Ekskavasi tahap II ini, dimulai pada tanggal 16 hingga 26 Maret nanti.

Para arkeolog ingin mengupas 30 persen bangunan situs Pandegong, yang terletak di Dusun Kwasen, Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Jombang. Hal ini dilakukan untuk mengetahui denah candi secara utuh atau 100 persen.

Pasalnya, para arkeolog telah mengupas 70 persen bangunan candi di situs tersebut, pada ekskavasi sebelumnya yang dilakukan pada tanggal 12 hingga 21 November 2021.

Ketua tim ekskavasi situs Pandegong, Vidi Susanto mengatakan target ekskavasi kali ini, tim peneliti ingin menampakkan bagian bangunan situs secara utuh.

“Kita mengejar untuk menampakkan sisi timur dan sisi selatan dari situs pandegong,” kata Vidi pada sejumlah jurnalis di lokasi ekskavasi, Rabu (16/3/2022).

Selain itu, ia mengatakan jika para peneliti juga ingin mengetahui kondisi bagian tengah situs, setelah dilakukan penggalian oleh masyarakat setempat pada tahun 2017 lalu.

“Sambil melihat gejala apa yang tejadi ketika pada tahun 2017 dulu, pada bagian tengah, atau biasa yang disebut sumuran itu pernah digali oleh masyarakat, rencananya kita juga mau membuka itu,” paparnya.

Bangunan candi ini menurut arkeolog BPCB Jatim ini termasuk tinggi hingga 180 meter. Karena masih terlihat hiasan yang kemungkinan utuh di bagian kaki.

“Setiap sudut barat daya ke barat laut 8,70 meter ujung barat sampai ke struktur di timur laut 10,80. Tinggi bangunan 180. Termasuk tinggi karena masih bisa melihat indikasi ada hiasan kemungkinan bagian kaki masih utuh,” kata Vidi menjelaskan.

Dari periode indikasi bentuk denanya lazim dijumpai pada abad ke 10 jaman empuh sindok.

“Namun mmasih didalami adanya temuan baru dan membandingkan dengan situs situs lain yang memiliki kemiripan dengan candi pandegong,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *