Kronolongi Keluarga Yang Di Duga Keracunan Setelah Makan Daging Ayam

Ringincontong.com – Berdasarkan data yang dihimpun polisi, kronologi peristiwa itu bermula pada Jumat (8/4/2022) lalu sekitar pukul 16.00 WIB.

Kapolsek Sumobito AKP Miftakhul Amin menjelaskan hari itu Suji Mustiari (33) sang ibu membeli daging ayam potong dari pedagang keliling.

Namun, ibu dua anak itu tidak menyimpan daging ayam itu di lemari pendingin. Dua hari kemudian tepatnya pada Minggu (10/4) sekitar pukul 15.00 WIB, Suji baru memasak daging ayam itu dengan cara digoreng.

Perempuan itu pun menyajikan ayam goreng itu makan bersama di rumahnya sekitar pukul 16.00 WIB. Ada 6 orang yang saat itu memakan masakan Sujik. Suaminya, Slamet M Yusuf (36), dua anaknya: Mareta Putri Regina (13) dan Savara Malikha Bilqis (7), bapak mertuanya Asmiadi (73), dan tetangganya yang bekerja memperbaiki teras rumah Sutaji (47).

“Sutaji ikut makan bersama karena bekerja memperbaiki teras rumah korban,” kata Amin pada Rabu (13/4/2022).

Menurut keterangan petugas surveilans Puskesmas Sumobito, Suji sekeluarga mengalami mual, muntah, pusing, dan diare hari itu juga setelah magrib. Sedangkan menurut Amin, Sutaji mengalami mual, muntah, dan diare sejak Senin (11/4) sekitar pukul 12.00 WIB.

Amin menjelaskan, saat itu para korban tidak mengira telah keracunan. Mereka hanya minum obat dan istirahat di rumah masing-masing. Sampai keesokan harinya, Selasa (12/4) Bilqis putri sulung pasangan Slamet dan Sujik ditemukan dalam keadaan meninggal.

Saat itu Selasa sore sekitar pukul 16.00 WIB. Sujik sendiri, Ibu Bilqis hendak membangunkan putrinya. “Jam 4 sore itu ibunya membangunkan putrinya tapi tidak bangun-bangun. Saat dipeluk kondisinya sudah kaku, sudah dalam keadaan meninggal,” kata Amin.

Jenazah Bilqis telah dimakamkan di pemakaman umum Dusun Grudo Selasa malam itu juga sekitar pukul 19.00 WIB. Selanjutnya, Suji, Slamet, dan Mareta yang masih kurang sehat menjalani perawatan di PKU Muhammadiyah Mojoagung. Sementara Asmiadi dirawat di RSUD Jombang dan meninggal dunia pada Rabu (13/4).

Polisi menduga ayam goreng yang dimakan keenam orang itu yang menjadi penyebab keracunan. Untuk memastikannya, tim surveilans Puskesmas Sumobito telah mengambil sampel tulang ayam dan muntahan korban untuk diteliti di laboratorium.

Selain itu, polisi juga akan menggali keterangan dari pedagang keliling yang menjual daging ayam kepada Suji.

Tidak hanya itu polisi juga berniat melakukan autopsi terhadap jenazah Bilqis menunggu persetujuan keluarga serta hasil penyelidikan tentang ada atau tidaknya indikasi tindak pidana.

“Kami minta persetujuan keluarga korban dulu. Kalau ada unsur pidana, kami autopsi. Kalau tidak, itu hanya kelalaian keluarga, mungkin bisa dianggap sebagai musibah,” tandas Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *