Ini Alasan Munas Alim Ulama PBNU 2026 Bertempat PP Al Falah Kediri

KEDIRI – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi menetapkan Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, sebagai tuan rumah pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026. Agenda strategis nasional ini dijadwalkan berlangsung pada 20–21 Juni 2026.

​Penunjukan Pesantren Ploso ini tertuang dalam surat instruksi resmi yang diterbitkan oleh Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, setelah melalui koordinasi intensif dengan Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). Keputusan ini juga diambil usai Sekretaris Jenderal PBNU, H Saifullah Yusuf (Gus Ipul), bermusyawarah langsung dengan Pengasuh Ponpes Al-Falah Ploso, KH Nurul Huda Djazuli, serta KH Abdurrahman Al-Kautsar (Gus Kautsar), yang menyatakan kesiapan penuh dari pihak pesantren.

​Pemilihan lokasi di lingkungan pesantren tradisional didasari oleh pertimbangan spiritual dan historis yang kuat bagi perjalanan Nahdlatul Ulama. Kediri dipandang sebagai salah satu pusat pendidikan pesantren di Jawa Timur, sehingga diharapkan mampu memberikan atmosfer spiritual yang khidmat bagi musyawarah para ulama.

Seperti diketahui bersama Pesantren ini didirikan pada tanggal 1 Januari 1925 oleh KH. Ahmad Djazuli Usman. Beliau adalah seorang ulama kharismatik yang menimba ilmu di berbagai pesantren besar, termasuk Tebuireng (Jombang) di bawah asuhan KH. Hasyim Asy’ari, serta sempat belajar di kota suci Makkah.

Nama “Al-Falah” sendiri memiliki arti “kemenangan” atau “keberuntungan”, sebuah doa agar para santri yang menuntut ilmu di sana mendapatkan kesuksesan dunia dan akhirat. Pada masa-masa awal, Kyai Djazuli memulai dakwahnya dengan sarana yang sangat sederhana, mengajar sekelompok kecil santri di serambi rumah.

Tim Redaksi Ringincontong.com di olah dari detik, kompas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *